Selasa, 07 Oktober 2014

Dampak Globalisasi Pada Kebudayaan Indonesia

Dampak Globalisasi Pada Kebudayaan Indonesia



      Era sekarang adalah Era Global, yang berarti semua hal tentang negara lain bisa kita peroleh dengan mudah. Seperti kebudayaan, perekonomian, sosial, kehidupan, kesejahteraan, permasalahaan, konflik, dan banyak lagi yang bisa kita peroleh. Dampak dari globalisasi ini bisa kita rasakan di sekeliling kita. Seperti
adanya makanan cepat saji, lagu - lagu berbahasa asing, pola kehidupan yang modern, penambahan ilmu dari negara lain, kebudayaan negara lain yang ada di Indonesia ini. Itu semua adalah sedikit dari dampak globalisasi.
     Saya akan menjelaskan "Dampak Globalisasi Pada Kebudayaan Indonesia" terutama dampak dari kebudayaan Jepang di Indonesia.

        Jepang adalah negara yang berada di benua Asia, dan terletak pada bagian Asia Timur. Negara yang memiliki julukan Negara Sakura, Negara Matahari Terbit, dan Negara Samurai ini memiliki kebudayaan yang menarik bagi sebagian orang Indonesia (termasuk saya) maupun di dunia Internasional. Negara yang dipimpin dengan Perdana Menteri ini pernah menjajah Indonesia. 
         Kembali kepermasalahan budaya, budaya Jepang telah masuk kedalam Indonesia sejak adanya acara televisi yang disebut Anime (kartunnya orang jepang). Bahkan acara televisi itu adapun kebudayaan Jepang telah masuk. Tidak hanya acara televisi, pada beberapa tahun terakhir ini sudah banyak acara yang telah diselenggarakan dengan tema bernuansa Jepang. Tidak hanya acara yang diselenggarakan di Jakarta, tetapi di kota lain pun acara tersebut tetap diselenggarakan hingga sekarang.
          Kebudayaan Jepang apa saja yang telah masuk ke Indonesia? Kita sudah membahas masalah acara yang bertema Jepang, sekarang kebudayaan lainnya adalah makanan. Sushi, ramen, okonomiyaki, takoyaki, soba, udon, dan shashimi adalah jenis - jenis makanan khas Negara Sakura. Makanan ini sudah mudah ditemui terutama daerah Jakarta dan sekitarnya. Untuk masalah ke-halal-an makanan tersebut, tidak perlu diragukan lagi. Cukup melihat apakah pada restoran tersebut sudah memiliki cap "Halal" atau belum.
           Kebudayaan yang lain adalah nyanyian atau lagu yang berbahasa Jepang. Di Indonesia tercinta ini pun sudah ada beberapa penyanyi atau band yang menggunakan campuran bahasa Indonesia, Jepang dan Inggris. Bagi saya, lagu dari Jepang itu memiliki instrumen dan penjiwaan yang baik. Membuat pendengarnya menjadi terbawa suasana oleh lagu tersebut. Tetapi, lagu Indonesia juga bagus dan diakui oleh negara asing. Di Indonesia juga muncul Idol Grup yang dipelopori oleh Idol Grup dari negara Sakura itu.
            Kebudayaan yang lain adalah acara hiburan di televisi. Mungkin bagi beberapa orang terdengar asing dengan sebutan atau istilah "Tokusatsu". Istilah tokusatsu merupakan kependekan dari istilah tokushu satsuei (特殊撮影), sebuah istilah bahasa Jepang yang bisa diterjemahkan sebagai "special photography" yang mengacu pada penggunaan efek khusus (special effects). Biasanya, dalam sebuah film atau pertunjukan, orang yang bertanggung jawab untuk urusan efek khusus seringkali dipanggil dengan julukan tokushu gijutsu (特殊技術), yang berarti "special techniques" (istilah yang dulu digunakan untuk menyebut "special effects"), atau tokusatsu kantoku (特撮監督) (sumber). Mungkin aneh, kenapa tokusatsu ini saya sebutkan. Karena ada program acara televisi yang bertema tokusatsu tersebut yaitu "Bima Satria Garuda" yang disiarkan oleh salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia. Ini membuktikan bahwa dampak globalisasi juga berpengaruh pada dunia hiburan di tanah air. hhe~
            Kebudayaan yang lain adalah perusahaan dan industri yang dari negara Samurai tersebut. Bagi kebanyakan warga Indonesia pasti tahu nama perusahaan atau industri tersebut. Kenapa saya sebut ini sebagai kebudayaan juga? Itu disebabkan dari pola waktu kerja yang diterapkan, jam kerja yang diterapkan dari tiap perusahaan ini disamakan dengan jam kerja dan standar di negara Sakura tersebut.
                 Kebudayaan yang lain adala pola berpakaian. Kebudayaan yang satu ini membuat orang yang tidak tahu akan mengucapkan kata "Aneh". Kebudayaan yang saya maksud adalah cosplay. Cosplay (コスプレ Kosupure?) adalah istilah bahasa Inggris buatan Jepang (wasei-eigo) yang berasal dari gabungan kata "costume" (kostum) dan "play" (bermain). Cosplay berarti hobi mengenakan pakaian beserta aksesori dan rias wajah seperti yang dikenakan tokoh-tokoh dalam anime, manga, dongeng, permainan video, penyanyi dan musisi idola, dan film kartun. Pelaku cosplay disebut cosplayer, Di kalangan penggemar, cosplayer juga disingkat sebagai coser (sumber). Dari penjelasan diatas ini, dapat kita lihat di acara yang bertema Jepang. Mungkin bagi yang kurang paham dengan kebudayaan ini akan berfikir "buang - buang waktu". Tetapi bagi orang yang paham, hal ini dimanfaatkan sebagai penyaluran hobi, bahkan ada yang melakukan cosplay ini sebagai penghilang rasa bosan dari kehidupan sehari - hari. Adapun yang menjadikan ini sebagai ladang usaha seperti penjualan aksesoris, mainan, pakaian, kostum, DVD, makanan, minuman, dan lainnya. Pada kebudayaan yang ini, juga bisa menjadi ajang adu kreatifitas tiap orang.


Sekian dari saya, semoga artikel ini bermanfaat bagi pembaca sekalian. Bila ada kesalahan, silahkan berikan kritik dan saran. Dan artikel ini merupakan pemikiran saya sendiri. hhe~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar