Senin, 19 Januari 2015

Arti, Fungsi, dan Ragam Bahasa

Arti, Fungsi, dan Ragam Bahasa




1. Arti Bahasa

Sistem lambang bunyi ujaran yang digunakan untuk berkomunikasi oleh masyakat pemakainya.
Sistem bahasa yang baik: Unsurnya
1.       Bermakna dan dapat dipahami.
2.       Bersifat konvensional yang ditentukan pemakainya berdasarkan kesepakatan.
3.       Digunakan secara berulang dan tetap.
4.   Bersifat terbatas, tetapi produktif. Artinya dengan sistem yang sederhana dapat menghasilkan kata, kalimat, wacana yang tidak terbatas.
5.       Bersifat unik, khas, dan tidak sama dengan lainnya.
6.       Dibangun berdasarkan kaidah yang bersifat universal.

2. Fungsi Bahasa

1)      Sebagai sarana komunikasi. Digunakan dalam berbagai lingkungan, tingkatan, dan kepentingan yang beraneka ragam, misalnya, komunikasi ilmiah, komunikasi bisnis, komunikasi kerja, dan komunikasi sosial. Manusia tidak dapat hidup sendiri, mereka perlu berkomunikasi dalam berbagai lingkungan ditempat mereka
  • Antara anggota keluarga – komunikasi keluarga
  • Antar anggota masyarakat – komunikasi sosial
  • Antar ilmuan – komunikasi ilmiah
2)      Sebagai sarana integrasi dan adaptasi. Bahasa indonesia berkedudukan sebagai bahasa nasional dan bahasa negara merupakan fungsi integratif. Indikator kedudukannya sebagai bahasa nasional:
  •   Lambang nasional yang dapat memberikan kebanggaan jati diri pemakainya sebagai bangsa indonesia.
  • Lambang identitas nasional yang dapat dikenali oleh masyarakat.
  • Alat pemersatu penduduk antar pulau diseluruh indonesia.
  • Alat komunikasi antar daerah dan antar budaya.
            Indikator kedudukannya sebagai bahasa nasional berfungsi sebagai:
  • Bahasa dalam kegiatan resmi
  • Bahasa pengantar di sekolah
  • Alat komunikasi pada tingkat nasional
  • Alat pengembangan budaya
            Dengan bahasa, orang dapat menyatakan hidup bersama, bahkan bahasa menimbulkan suatu kekuatan yang merupakan sinergi dengan orang lain. Misalnya : Seseorang tidak akan menggunakan bahasa ilmiah ketika berbelanja, seorang ibu tidak akan menggunakan bahasa bisnis ketika menasehati anaknya.
 
3)      Sebagai kontrol sosial. Berfungsi untuk mengendalikan komunikasi agar orang yang terlibat dalam komunikasi dapat saling memahami. Dalam kehidupan sehari-hari dapat berbentuk komunikasi timbal balik, baik secara lesan maupun tulisan. Dengan demikian, masing-masing dapat mengendalikan komunikasi dan memberi saran, kritik dll.
4)      Sebagai sarana memahami diri. Dalam membangun karakter seseorang harus dapat memahami dan mengidentifikasi kondisi dirinya terlebih dahulu.Pemahaman ini mencakup kemampuan fisik, emosi,kecerdasan dll.
5)      Sebagai sarana ekspresi diri. Dapat dilakukan dari tingkat yang paling sederhana sampai dengan tingkat yang kompleks. Ekspresi paling sederhana misalnya untuk menyatakan cinta, lapar, krecewa. Tingkat kompleks misalnya berupa pernyataan kemapuan mengerjakan proyek besar dalam bentuk proposal yang sulit dan rumit, menulis laporan, desain produk, dll.
6)      Sebagai sarana memahami orang lain. Dengan pemahaman terhadap seseorang, pemakai bahasa dapat mengenali berbagai hal mencakup kondisi pribadinya. Melalui pemahaman ini seseorang akan memperoleh wawasan yang luas dan bermanfaat serta memperoleh kemampuan berfikir sinergis dengan memadukan pengalaman orang lain bersama dengan potensi dirinya.
7)      Sebagai sarana mengamati lingkungan sekitar. Keberhasilan seseorang menggunakan kecerdasannya ditentukan oleh kemampuannya memanfaatkan situasi lingkungannya sehingga memperoleh berbagai kreatifitas baru yang dapat memberikan berbagai keuntungan bagi dirinya dan masyarakat. Misal : Apa yang melatarbelakangi pengamatan, bagaimana masalahnya, bagaimana cara mengamati, tujuannya, hasilnya, kesimpulan.
8)      Sebagai sarana berfikir logis.Melalui proses berfikir logis, seseorang dapat menentukan tindakan tepat yang harus dilakukan. Selain itu, perlu disadari bahwa bahasa bukan hanya sarana proses berpikir melainkan juga penghasil pemikiran, konsep, atau ide.
9)      Membangun kecerdasan.Kecerdasan adalah kemampuan memanfaatkan potensi, pengalaman, pengetahuan dan situasi sehingga menghasilkan kreatifitas baru yang menguntungkan dirinya maupun masyarakat. Howard Gardner(peneliti kecerdaan) menyimpulkan bahwa kecerdasan ada tujuh macam, yaitu:
  1. Kecerdasan linguistik yaitu kecerdasan menggunakan bahasa.
  2. Kecerdasan logismatematis terkait dengan angka dan logika
  3. Kecerdasan spasial terkait dengan tata ruang.
  4. Kecerdasan musical terkait dengan pengolahan nada dan irama menjadi karya musik.
  5. Kecerdasan kinestikjasmani terkait dengan kreatifitas dan prestasi keolahragaan.
  6.  Kecerdasan antarpribadi terkait dengan kemampuan untuk bekerjasama dengan orang lain.
  7. Kecerdasan intrapribadi terkait dengan kemampuannya mengendalikan daya pikir dan emosinya dalam mengakses berbagai informasi dan potensi yang bermanfaat.
10)   Mengembangkan kecerdasan ganda. Selain kecerdasan berbahasa, seseorang dimungkinkan memiliki beberapa kecerdasan sekaligus. Selain itu orang yang tekun mendalami bidang studinya secara seriu dimungkinkan memiliki kecerdasan yang produktif. Misal seorang ahli pemograman yang mendalami bahasa, ia dapat membuat kamus elektronik, mesin penerjemaah, dll.
11)   Membangun karakter. Kecerdasan merupakan bagian karakter dari manusia. Kecerdasan berbahasa memungkinkan seseorang dapat mengembangkan karakternya lebih baik.
12)   Mengembangkan profensi. Profesi seseorang tidak akan berkembang tanpa menunjukkan kemampuannya kepada orang lain. Proses pengembangan profesi diawali dengan pembelajaran dilanjutkan dengan pengembangan diri yang tidak diperoleh selama proses belajar, tetapi berakumulasi dengan pengalaman barunya.
13)   Sarana menciptakan kreatifitas baru. Setiap orang memiliki bakat alam yang dibawanya sejak lahir. Perkembangan itu sejalan dengan potensi akademik yang dikembangkannya melalui pendidikan yang kemudian berkembang menjadi bakat intelektual. Bakat alam dan bakat intelektual ini dapat berkembang secara sinergis untuk menghasilkan kreatifitas baru. Untuk menciptakan kreatifitas baru setiap mahasiswa harus mengkaji konsep dasar secara menyeluruh dilanjutkan study kasus baik positif maupun negatif dilanjutkan memikirkan solusinya dan menciptakan kreatifitas baru.

3. Ragam Bahasa

1.       Berdasarkan media
Dibedakan atas:
            1)      Ragam bahasa lisan
Ditandai dengan penggunaan lafal atau pengucapan, intonasi, kosakata, penggunaan tata bahasa dalam pebentukan kata dan penyusunan kalimat.
            2)      Ragam bahasa tulis
Ditandai dengan kecermatan menggunakan ejaan dan tanda baca, kosa kata, penggunaan tata bahasa dalam pembentukan kata, penyusunan kalimat, paragraf dan wacana.
Contoh:
                        a)      Pelafalan baku (dicetak miring) lazim digunakan
asas (azas atau asas)                       truk (trek atau  truk)
bus (bis atau bus)                            plus (ples atau plus)
zaman (jaman atau zaman)              nomor (nomer atau nomer)
                        b)      Pelafalan singkatan
BBC (bebece atau bibisi)               TBC (tebece atau tebese)
BS.c (beesce atau biessi)               WC (wece atau wese)

2.       Berdasarkan waktu
Berdasarkan waktu terdapat ragam bahasa lama dan ragam bahasa baru (modern)
     1)      Ragam lama lazim digunakan dalam penulisan naskah-naskah lama (kuno).
     2)  Ragam bahasa baru  (modern) ditandai dengan penggunaan kata-kata baru, ejaan yang disempurnakan dan mengekspresikan ilmu  pengetahuan dan teknologi modern, misalnya : Internet, Jaringan, dan seluler.

3.       Berdasarkan Pesan Komunikasi
         1)      Ragam bahasa ilmiah Adalah sarana verbal yang efektif, efisien, baik, dan benar.
Ciri ragam bahasa ilmiah:
  1. Struktur kalimat jelas dan bermakna lugas.
  2. Struktur wacana bersifat formal, mengacu pada standar konvensi naskah.
  3. Singkat, berisi analisis dan pembuktian, menyajikan konsep secara lengkap.
  4. Cermat dalam menggunakan unsur baku istilah/kata, ejaan, bentuk kata, kalimat, paragraf, wacana.
  5. Cermat dan konsisten menggunakan penalaran dari penentuan topik, pendahuluan, deskripsi teori, deskripsi data, analisis data, hasil analisis, sampai dengan kesimpulan dan saran.
  6. Menggunakan istilah khusus yang bersifat teknis dalam bidang tertentu.
  7. Dapat diukur kebenarannya secara terbuka oleh umum.
  8. Konsisten dalam pembahasan topik.
          2)      Ragam bahasa pidato
                  ·         Ragam pidato ilmiah. Terdiri beberapa jenis, : Presentasi makalah ilmiah, skripsi, tesis, desertasi dan pidato pengukuhan guru besar.
                  ·         Ragam pidato resmi. Kata resmi memiliki beberapa pengertian
  1. Resmi karena situasinya, misal : pidato kenegaraan oleh pejabat negara.
  2. Resmi karena kemuliaan isi dan situasi, misal : Khotbah agama.
  3. Resmi karena informasi dan kekidmatan situasi penyampaian dalam suatu upacara. Misal : Pidato akad nikah/ perkawinan.
  4. Resmi karena isi atau materi mengandung kebenarab unifersal dan disampaikan untuk mewakili suatu negara. Misal : Pidato untuk mewakili suatu negara.
           3)      Ragam bahasa tulis resmi
                   Ditandai oleh :
  1. Penyajian materi / pesan bersifat mulia.
  2. Penggunaan fungsi-fungsi gramatikal secara eksplisit dan konsisten.
  3. Penggunaan bentuk lengkap, bentuk yang tidak disingkat.
  4. Penggunaan imbuhan secara eksplisit dan konsisten.
  5. Pengunaan kata ganti resmi dan menghindari kata ganti tidak resmi.
  6. Penggunaan pola frase yang baku.
  7. Penggunaan ejaan yang baku pada bahasa tulis dan lafal yang baku pada bahasa lisan.
  8. Tidak menggunakan unsur tidak baku.
           4)      Ragam bahasa sastra. 
Ragam ini mengutamakan unsur-unsur keindahan seni. Misal : dalam roman, novel, cerita pendek dll. Namun, ragam ini sering digunakan juga dalam iklan promosi produk komersial. Misal : Iklan sabun untuk kecantikan, mobil yang menawarkan kemewahan dan kenyamanan. Beda bahasa sastra dan iklan terletak pada tujuannya. Ragam sastra menyenangkan bagi pembacanya tanpa mendorong pembaca untuk membeli suatu produk, sedang iklan bersifat persuasif agar pembaca (pendengar) membeli produk.
           5)      Ragam bahasa berita
                 Ragam ini lazim digunakan dalam pemberitaan.Bahasa berita menyajikan fakta secara utuh dan objektif. Untuk menjamin objektifitas berita, penyaji perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
  1. Tidak menambah atau mengurangi fakta yang disajikan.
  2. Tidak mengubah fakta berdasarkan pendapat penyaji.
  3. Tidak menambah tanggapan pribadi.
  4. Tidak menggunakan perasaan suka atau tidak suka.

**Sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar